新闻是有分量的

SAKSIKAN:Aksi petani Kendeng melawan pabrik semen dengan mengecor kaki

2017年3月15日下午4:11发布
2017年3月15日下午4:14更新

MENYEMEN KAKI。 Para petani menyemen kaki mereka di depan Istana Negara pada Senin,13 Maret 2017sebagai bentuk protes pembangunan pabrik semen di daerah mereka。 ANTARA FOTO / Muhammad Adimaja / pd / 17

MENYEMEN KAKI。 Para petani menyemen kaki mereka di depan Istana Negara pada Senin,13 Maret 2017sebagai bentuk protes pembangunan pabrik semen di daerah mereka。 ANTARA FOTO / Muhammad Adimaja / pd / 17

雅加达,印度尼西亚 - Aksi menolak keberadaan pabrik semen di Pegunungan Kendeng,Jawa Tengah,terus digulirkan para petani di depan Istana Presiden Jakarta。

Sebanyak sembilan petani,dua di antaranya wanita,hari ini melakukan aksi nekat dengan mengecor kedua kaki mereka。 Sejak digelar pada Senin kemarin,总sudah ada 20 petani yang kakinya dicor。

Aksi mengecor kaki ini dimulai pada pukul 14.30 WIB。 Para petani yang akan dicor kakinya duduk di kursi dengan kedua kaki masuk ke kotak kayu。 Ke dalam kotak kayu itulah semen yang sudah dicampur pasir kemudian dituangkan。

Semen yang digunakan dalam aksi ini adalah Semen Indonesia。 Penggunaan Semen Indonesia ini sebagai bentuk perlawanan mereka terhadap keberadaan Pabrik Semen Indonesia di Pegunungan Kendeng。

“Kita ingin(di)Rembang tidak ada pabrik semen。 Semua tambang ditutup dan pegunungan Kendeng tidak ada tambang dan harus dilestarikan,karena itu kawasan karst,“kata Koordinator Aksi”Dipasung Semen Jilid II“Joko Prianto kepada Rappler pada Senin,13 Maret 2017。

Kisruh pabrik semen di Pegunungan Kendeng semestinya sudah selesai saat Mahkamah Agung memenangkan gugatan petani Kendeng dan mencabut izin lingkungan pembangunan dan kegiatan tambang PT Semen Indonesia di Rembang。

Sayangnya,hasil ini seolah tak ada artinya bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah。 Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo justru menerbitkan izin lingkungan baru。 “Ini ada kesewenang-wenangan,”kata Joko。

Karena itulah Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng(JM-PPK)kembali menggelar aksi protes di depan Istana Negara。 Aksi yang sama pernah mereka gelar tahun lalu。

-Rappler.com